Who Lives Sees Much. Who Travels Sees More. Adventures, Backpacking, Photography.



Heritage Malacca


E-mail this post



Remember me (?)



All personal information that you provide here will be governed by the Privacy Policy of Blogger.com. More...





Ketika seorang kawan di Indobackpacker mengirim pesan pendek, spontan saya mengajukan diri ke Melaka dan KL bareng. Malacca adalah kota kebudayaan yang sangat diidamkan untuk siapapun yang tertarik dengan arsitektur dan sejarah. Walau belum pernah ketemu kami langsung akrab. Minggu pagi kami mengambil bis pertama menuju Malacca di Lavender Bus Station. Taripnya SGD11, bayar di tempat. Kalau mau lebih murah, pergi saja ke Johor Baru, ambil bis dari sana dengan hanya RM11 !!! Kurs tukar memang cukup membingungkan.



Empat jam perjalanan tanpa terasa sambil diiringi hujan deras. Sesampai di Melacca kami mengitari tempat2 strategis seperti Chinatown, Masjid Kampung Kling, Satdhuys dan Dutch Square. Walau hujan kami nekad meneruskan jalan. Hingga menjelang maghrib barulah sibuk mencari penginapan. Di Jl Bukit China kami menuju Eastern Heritage Guesthouse. Sayangnya semua kamar penuh membuat pilihan akhir tinggal di klas dormitory. Taripnya RM10 sahaja atau 27rebu rupiah !!! Hasilnya kami tertidur dengan bahagia.

becadriver.jpg
Originally uploaded by ambar_briastuti.

Esoknya kami berkeliling mengitari Malacca. Sungguh kota ini mneyimpan sejarah yang panjang semenjak Parameswara membangun kampung di pinggiran sungai. Hingga bergelar Sultan Iskandar Syah kerajaan Malacca menerima baik pedagang2 dari China, Portugis, Belanda dan bahkan Jawa dan Ayuttaya. Bukti2 peninggalan bisa terlacak disini, menjadikan sebuah kota ini ideal untuk perburuan photo. Dengan berat hati kami meninggalkan Malacca siang tadi menuju KL.

Sangat banyak bis menuju kesana dengan tarip yang hampir sama sekitar RM9.50. Dalam waktu 2.5 jam kami sudah sampai di Puduraya Bus Station. Segera menuju Jl Bukit Bintang ke sebuah guesthouse bernama Number Eight. Sebuah tempat baru yang belum masuk dalam Lonely Planet. Menariknya inilah konsep guesthouse ideal untuk backpacker. Walau kami tinggal di dormitory dengan bunk bed, tapi kami bisa menikmati AC, breakfast, hot shower, teh/kopi gratis dan bahkan internet. Hanya RM30 permalam per orang pelayanan disini selayaknya hotel bintang dua.

Labels: ,

|

About me

  • I'm --ambar--
  • From Sunnyvale, CA, United States
  • A self confessed travel junkies. Enjoys masochistic trekking as well as her Mac. Proud being Indonesian and Javanese where you'll find humble smiles
  • My profile

Previous posts

Ambar's Sources

Ambar in other places

www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from ambar_briastuti. Make your own badge here.

How to contact Ambar

  • ambar at ceritaambar.com
  • ambar at indobackpacker.com
  • Yahoo IM: ambar_briastuti
  • Gtalk : ambar.briastuti
  • Skype: ambarbriastuti

  • My status

ATOM 0.3


Primary Pulmonary Hypertension --> Creative Commons License
Jika suka artikel disini kontak dulu/beri reference untuk mengutip. Blog ini memakai Creative Commons Licence.